Bencana Merapi Tambah Kredit Macet BRI Rp 400 Miliar

Bencana Merapi Tambah Kredit Macet BRI Rp 400 Miliar

- detikFinance
Minggu, 14 Nov 2010 12:39 WIB
Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menghitung  terdapat Rp 400 miliar kredit tak lancar akibat bencana erupsi Gunung Merapi yang terjadi di Yogyakarta dan sekitarnya. Nilai ini dihimpun dari sekitar 12 ribu debitur nasabah BRI.

Menurut Direktur Utama BBRI Sofyan Basir, seluruh debitur perseroan didominasi oleh masyarakat yang berprofesi sebagai peternak, perajin dan pedagang.
Dengan erupsi yang masih terjadi, perseroan untuk sementara membekukan kredit-kredit macet ini.

"Kita bekukan dulu sementara, karena kita lebih fokus pada penanggulangan bencana dulu, sampai ada pengumuman resmi dari pemerintah," ungkap Sofyan kepada detikFinance dalam acara Bersepeda Untuk Bumi di Parkir Selatan, GBK Senayan, Jakarta, Minggu (14/11/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan perhitungan Sofyan, setidaknya ada 12 ribu nasabah perseroan asal Yogyakarta dan sekitarnya, yang menjadi korban Merapi. Komitmen peringanan beban dari 12 ribu debitur ini, nantinya berupa penghapusan kredit, penambahan kedit atau memperpanjang masa pembayaran.

"Jumlahnya sekitar Rp 400 miliar. Kita masih tunggu," tegasnya.

Sofyan menyatakan bagi para debitur yang tertimpa bencana dan mengalami kerugian diharapkan melaporkan kepada pihak BRI. "Mereka melapor, bank harus melakukan pertanggungjawaban. Nanti ada yang dipanggil juga, karena tidak bisa kita hapuskan semua, nanti dipanggil KPK," imbuh Sofyan.

Berdasarkan data di triwulan III-2010, porsi kredit macet  alias non performing loan (NPL) Bank BRI  tercatat sebesar 1,15%, menyusut dari tingkat NPL tahun lalu 1,26%. Sementara portofolio kredit BRI per September 2010 mencapai Rp 36,46 triliun atau meningkat dari Rp 192,23 triliun di September 2009 menjadi Rp 228,69 triliun pada September 2010.

(wep/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads