Hal ini diungkapkan Direktur Investasi Jamsostek Elvyn Massasya kepada detikFinance di Jakarta, Senin (15/11/2010).
"Jamsostek akan menunggu arahan dari pemegang saham," ungkapnya singkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Baru akan masuk anggaran tahun depan," ucapnya.
Seperti diketahui, Kementerian BUMN memang lebih mengutamakan BRI untuk masuk menjadi pemegang saham baru Bank Bukopin, ketimbang Jamsostek. Perseroan pun awalnya telah menyiapkan dana Rp 700-900 miliar untuk menyerap 20-30% dari penerbitan saham baru atau rights issue Bukopin.
Jamsostek juga siap menjadi pembeli siaga (standby buyer) atas aksi korporasi Bank Bukopin ini. Bahkan, menurut Direktur Utama Jamsostek, Houtbonar Sinaga, jika ada perusahaan BUMN lain yang mau menjual sahamnya maka Jamsostek siap menyerapnya.
Sebagai catatan, sebesar 42,71% saham di Bank Bukopin dimiliki oleh Koperasi Pegawai Bulog Seluruh Indonesia (Kopelindo). Sebanyak 6,7% dimiliki Koperasi Perkayuan Apkindo (Kopkapindo), Yabinstra Bulog 12,19%, publik 20,99%, dan pemerintah RI 17,23%.
(wep/dnl)











































