Demikian disampaikan oleh Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Agus Supriyanto ketika ditemui wartawan dikantornya, Jalan Wahidin, Jakarta, Senin (15/11/2010).
"Yang paling penting saat ini adalah menyiapkan dana untuk buyback siapa tahu jadi reversal. Selain itu kan kita punya Silpa (Sisa Lebih Penggunaan Anggaran) dan SAL dimana dapat juga digunakan pada saat situasi seperti ini (ketika terjadi reversal)," ujar Agus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Agus fungsi kegunaan dana buyback yang disediakan APBN tersebut lebih diharapkan agar tidak terjadi kepanikan dipasar akibat dari adanya sudden reversal yang dapat terjadi tiba-tiba.
"Waktu tahun 2008-2009 itu kita ngga gunakan seluruhnya sehingga pasar tidak stabil. Tetapi kali ini yang penting market tidak panik. Ketika orang-orang keluar kita masuk membeli sehingga kalau pun pasar turun ya pelan-pelan," paparnya.
Lebih lanjut Ia juga mengatakan pemerintah masih mempunyai dana Sisa Anggaran Lebih (SAL) 2010 yang nantinya sesuai dengan persetujuan juga dapat dipakai untuk buyback. "SAL itu kan dana kita cukup banyak ya nanti kalau terpaksa buyback ya ada dananya tinggal minta persetujuan DPR saja," jelasnya.
Selain dari APBN dan SAL, Agus mengungkapkan Badan Layanan Umum Pusat Investasi Pemerintah (PIP) juga siap untuk membeli saham yang berguguran ketika terjadi sudden reversal. "PIP mungkin kalau terpaksa kita minta PIP untuk beli saham yang berguguran supaya market tidak terlalu panik," katanya.
PIP lanjut Agus sewaktu dampak krisis 2008-2009 kemarin tidak terlalu banyak mengeluarkan dana. "Tetapi cukup membantu ketika saham (IHSG) menyentuh level 1000-1100 itu karena PIP masuk bisa merangkak naik," tukasnya.
Β
Β
(dru/dro)











































