Demikian hasil analisis dan perkiraan sementara Bank Indonesia di daerah bencana Yogyakarta yang disampaikan Kepala Biro Hubungan Masyarakat Bank Indonesia, Difi Ahmad Johansyah kepada detikFinance di Jakarta, Selasa (16/11/2010).
"Jumlah kredit perbankan di Yogyakarta yang diberikan kepada debitur yang berpotensi terkena dampak bencana alam di daerah Sleman mencapai Rp 81,96 miliar. Atau 0,61% dari total kredit di Yogyakarta yang sebesar Rp 13,5 triliun," ujar Difi.
Β
Ia mengatakan, total kredit perbankan di daerah Sleman tercatat sebesar Rp 4,4 triliun. Namun yang berpotensi terkena dampaknya hanya sekitar Rp 81,96 miliar, yang terdiri dari bank umum sebesar Rp 32,7 miliar dan bank BPR sebesar Rp 49,1 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Difi mengatakan, seluruh jenis kredit di wilayah Sleman atau wilayah bencana tersebut seluruhnya di bawah Rp 5 Miliar.
Hingga Kamis (11/11/2010), BI mencatat masih terdapat 7 Kantor Cabang Pembantu dan Kantor kas Bank Umum yang masih mengajukan perpanjangan permohonan ijin untuk tutup sementara atau dipindahkan operasionalnya.
"Selain itu terdapat 5 BPR belum di buka dan sebagian melakukan operasi terbatas," kata Difi.
(dru/qom)











































