Menteri BUMN Tetap Larang Jamsostek Beli Saham Bukopin

Menteri BUMN Tetap Larang Jamsostek Beli Saham Bukopin

- detikFinance
Kamis, 18 Nov 2010 20:17 WIB
Jakarta - Menteri BUMN Mustafa Abubakar dengan tegas mengatakan tetap melarang PT Jamsostek (Persero) untuk membeli saham PT Bank Bukopin.

"Saya kan mengatakan kalau Jamsostek sepanjang beli saham dari pasar, itu nggak masalah. Tapi kalau Jamsostek membeli bank, itu yang saya tidak izinkan," ujarnya saat ditemui di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (18/11/2010).

Dalam hal ini, Mustafa tetap mendorong PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) yang akan bisa mengakuisisi saham Bukopin. Meskipun saat ini Bukopin menolak diakuisisi oleh BRI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau pemegang saham Bukopin ada kesepakatan dengan BRI, ya nggak apa-apa. Saya sebagai pemegang saham minoritas di sana (Bukopin) tentu lebih senang kalau BRI bisa bersama-sama dengan Bukopin. Cuma kan saham mayoritasnya ada pada koperasi dan yayasan. Kopelindo dan Yayasan," jelasnya.

Mustafa memberikan 2 pilihan kepada Bukopin dalam rencananya untuk menambah modal. Yakni lewat rights issue atau melepaskan saham kepada BRI. Namun terlihat pemegang saham Bukopin memilih opsi pertama yaitu rights issue dan ini membuka peluang bagi Jamsostek.

Namun, Mustafa menyatakan dirinya tidak menginstruksikan untuk lebih memilih kepada salah satu opsi tersebut. Semua diserahkan kepada pemegang saham mayoritas.

"Saya tidak bisa menginstruksikan kepada Kopelindo (pemegang saham Bukopin), karena pemerintah minoritas di Bukopin. Kalau BRI membeli saham pada pasar modal tentu saja bisa, tapi yang belum sepakat itu kemungkinan akuisisi oleh BRI. Jamsostek juga belum melapor kepada saya, sehubungan dengan rights issue Bukopin. Dan BRI juga, sehubungan dengan perkembangan terakhir Bank Bukopin," papar Mustafa.

Koperasi Pegawai Bulog Seluruh Indonesia (Kopelindo) tercatat sebagai pemegang saham Bukopin sebesar 42,71%, Koperasi Perkayuan Apkindo (Kopkapindo) sebesar 6,7%, Pemerintah RI sebesar 17,23%, serta Yayasan Bina Kesejahteraan Warga Bulog (Yanatera Bulog) sebesar 12,19% serta publik 20,99%.

Sampai dengan saat ini, dua BUMN yakni BRI dan Jamsostek tengah bersaing membeli saham bank yang memfokuskan diri pada segmen usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Kementerian BUMN sebelumnya mengizinkan BRI untuk mengambil alih saham Bank Bukopin karena bergerak pada bidang bisnis yang sama, yakni perbankan.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads