Demikian disampaikan oleh Menteri Koordinator Perkeekonomian Hatta Rajasa ketika ditemui wartawan di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (19/11/2010).
"Kerugian KUR dari dampak Merapi itu mencapai Rp 60,062 miliar. Itu potential loss," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Hatta mengatakan, penggantian tersebut dilakukan jika sudah masuk katagori kredit bermasalah atau masuk kolektibilitas 3 atau 4.
"Jadi saat ini BI masih mengkaji peringkat potensi kerugian itu. Loss-nya akan di-cover oleh asuransi tapi tentu kalau sudah masuk kategori kolektibilitas 4," tambahnya.
Berdasarkan data Menko Perekonomian tercatat Bank Rakyat Indonesia memiliki potensi terbesar karena mencatat penyaluran sebanyak Rp 37,776 miliar. Adapun rinciannya antara lain debitur mikro sebesar Rp 20,4 miliar dan debitur ritel sebesar Rp. 17,4 miliar.
Bank Bukopin sebesar Rp 750 juta, Bank Syariah Mandiri sebesar Rp 16,165 miliar, Bank Tabungan Negara Rp 120 juta, Bank Negara Indonesia Rp 2,99 miliar, Bank Mandiri sebesar Rp 1,65 miliar, dan BPD Yogyakarta sebesar Rp 605 juta.
(dru/dnl)











































