Demikian disampaikan oleh Direktur BNI Krishna Suparto ketika ditemui di Gedung Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (22/11/2010).
"Kita mulai masuk di pariwisata sektor infrastruktur. Untuk kali ini proyek pertama adalah pembangunan integrated hotel di Bali dengan nilai Rp 450-500 miliar," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Krishna mengatakan, dalam waktu dekat BNI juga membiayai sektor pengembangan energi yakni oil and gas. "Prospek kedepan sektor oil and gas masih besar dan belum banyak digarap maka kita akan masuk di sektor itu," jelasnya.
Lebih lanjut Krishna mengatakan sampai dengan September 2010 BNI telah membiayai sektor pariwisata dan energi sebesar Rp 10 triliun.
"Selain itu, pembiayaan sektor infrastruktur lain yang masih dalam pipeline dan akan segera direalisasikan yakni dengan Telkom dan PLN proyek 10.000 MW," tukasnya.
Pada kesempatan yang sama Direktur BNI Darmadi Sutanto mengatakan,Β kredit konsumer BNI akan menggenjot pembiayaan sampai akhir tahun sebesar Rp 500-600 miliar.
"Memang kredit konsumer itu sudah melampaui target tahun ini di mana telah mencapai 20%. Tetapi kita akan tambah lagi antara Rp 500-600 miliar sampai akhir 2010," kata Darmadi.
Sampai dengan bulan Oktober 2010, menurut Darmadi, total kredit konsumer telah mencapai Rp 21 triliun. "Tahun depan kita jaga terus pertumbuhannya di 20%," katanya.
(dru/ang)











































