Demikian disampaikan oleh Direktur Utama BNI Gatot Suwondo dalam konferensi pers di Gedung BNI, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (23/11/2010).
"Dari hasil right issue 80% untuk ekspansi kredit, 15% untuk infrastruktur yakni IT, kantor cabang, relokasi cabang dan 5% untuk memperkuat permodalan anak usaha," kata Gatot.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Gatot, jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri saat ini cukup besar yakni 8-9 juta. Di Amerika sendiri potensi TKI, pekerja formal dan non formal menurut Gatot juga banyak.
"Ditambah lagi banyak juga pebisnis Indonesia yang membutuhkan layanan perbankan di sana," jelasnya.
Lebih lanjut Gatot mengatakan, pembukaan kantor cabang di Amerika Serikat lebih diarahkan di wilayah barat Amerika. Yakni di daerah California atau Los Angeles.
Seperti diketahui BNI telah mempunyai kantor perwakilan di beberapa negara. Antara lain di New York, Hong Kong, Singapura, dan London.
Pada bagian lain Gatot mengatakan dana hasil rights issue yang sebesar 80% direncanakan akan digunakan untuk ekspansi kredit tahun 2011. "Rencananya kredit bisa tumbuh antara 16-17%," katanya.
Sampai saat ini, Gatot mengatakan outstanding kredit telah mencapai Rp 126 triliun. Sampai akhir tahun 2010 Gatot optimistis outstanding bisa mencapai Rp 130-Rp 132 triliun.
(dru/dnl)
