Demikian diungkapkan oleh Deputi Gubernur BI Muliaman D. Hadad ketika ditemui di sela acara seminar Market Outlook 2011 di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Kamis (25/11/2010).
"Kalaupun ada memang tinggal satu bank saja sampai November ini," kata Muliaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, BI mewajibkan pemenuhan permodalan sampai batas waktu akhir 2010 sebesar Rp 100 miliar. Jika ada bank yang belum memenuhi kewajiban tersebut maka bank tersebut akan turun pangkat menjadi Bank Perkreditan Rakyat (BPR).
Pada bagian lain Muliaman mengatakan pihaknya masih optimistis pertumbuhan kredit perbankan akan sesuai target walaupun pada batas bawah.
"Sekarang kan kredit year on year masih 21,8% pertumbuhannya itu karena year to date-nya masih rendah," katanya.
Tetapi, lanjut Muliaman kredit sampai Desember 2010 masih akan bisa mencapai angka 22%. "Biasanya pertumbuhan kredit di Desember cukup deras, saya kira bisalah (22%)," ujar Muliaman.
Lebih jauh Muliaman mengatakan, realisasi kredit memang masih rendah hal ini ditandai dengan porsi kredit belum cair (undisbursed loan) yang sudah disetujui masih sekitar Rp 150 triliunan.
"Itu (undisbursed loan) harus dibedakan antara commited dan uncommited, yang commited itu hanya Rp 150 triliun," tuturnya.
Sebagai informasi, BI mencatat sampai 23 November 2010 kredit perbankan meningkat sebesar Rp 4,83 triliun hingga menjadi Rp 1.669,11 triliun. Baik kredit rupiah maupun valas mengalami peningkatan masing-masing sebesar Rp 1,85 triliun dan Rp 2,98 triliun.
Tetapi pertumbuhan kredit perbankan memang cenderung melambat. Hal tersebut terbukti karena selama dua bulan belakangan kredit perbankan belum juga menyentuh level 22%.
"Selama tahun 2010 ini atau secara year to date kredit tercatat naik Rp 238,9 triliun atau tumbuh 16,70%. Secara year on year kredit naik Rp 298,81 triliun atau tumbuh 21,18%," ujar Kepala Biro Humas BI, Difi Ahmad Johansyah kemarin.
(dru/dnl)











































