Demikian disampaikan James Riady, putra mahkota pemilik Grup Lippo, saat ditemui dalam Seminar Market Outlook 2011 'Prospects, Challenges & Solutions' di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto Jakarta, Kamis (25/11/2011).
"Papa saya (Mochtar Riady) ingin jadi bank ini sehat. Dan mampu memberikan berperan. Segmennya mikro, itu juga (mass market)," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi ingat ini (keinginan) papa saya pribadi," jelasnya.
Grup Lippo telah mengambil Bank Nobu melalui anak usahanya, PT Kharisma Buana Nusantara. Lippo bekerja sama dengan grup Pikko dalam akusisi ini. Porsinya 60% milik Mochtar Riady, sisanya, 40% saham dimiliki Yantony Nio CEO Grup Pikko.
Terkait banyaknya perbankan yang masuk ke segmen mikro dan UKM, James tidak ambil pusing. Pasalnya semakin banyaknya perbankan, justru baik untuk memajukan perekonomian Indonesia.
"Setiap bank itu harus punya needs, profesionalisme. Di Amerika saja, ada banyak bank, dan banyak diantaranya ada di California," tambah James.
Ayah James Riady memang sudah lama tidak masuk ke bisnis perbankan, setelah tahun 1999 melepas Bank Lippo karena masuk dalam rekapitulasi aset bank bermasalah.
Presiden Direktur Grup Lippo Theo Sambuaga sebelumnya menyatakan, pihaknya berniat untuk membuat bank kecil itu menjadi besar. Grup Lippo juga berniat menjadikan Bank Nobu sebagai bank milik publik dengan menjualnya ke pasar saham.
Bank National Nobu dulunya bernama PT Bank Alfindo Sejahtera. Pada 12 November 2010 bank tersebut menjelma menjadi PT Bank National Nobu. Pada tahun 2007, bank tersebut berada pada urutan terakhir yang memenuhi batas permodalan sebesar Rp 80 miliar sesuai ketentuan Bank Indonesia (BI).
Menurut data Bank Indonesia (BI), aset Bank Nobu mencapai Rp 111,557 miliar hingga semester I-2010. Jumlah kredit yang disalurkan bank tersebut pada periode yang sama adalah Rp 1,315 miliar.
Sementara total dana pihak ketiga (DPK) Bank Nobu sampai semester I-2010 mencapai Rp 23.898 miliar. Namun jumlah modal bank ini sudah mencapai Rp 100 miliar sesuai dengan ketentuan BI. Pada semester I-2010, Bank Nobu mengalami kerugian Rp 12,631 miliar. (wep/qom)











































