Optimisme itu disampaikan Chairul Tanjung disela-sela acara Economic Outlook 2011 di Hotel JW Marriot, Jakarta, Senin (29/11/2010).
"Jika kita melihat mapping kartu kredit disaat ini, dimana ketika PDB per kapita sebesar US$ 3000 terdapat sejumlah 11,3 juta kartu kredit. Jika kita optimis pada 2018 PDB per kapita mencapai US$ 7.000-8.000, maka kita estimasi maka kepemilikan kartu kredit akan mencapai 85 juta," urai Chairul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Trennya saat ini semakin banyak masyarakat yang menggunakan kartu kredit dalam alat pembayaran konsumsi sehari-hari. Oleh karena itu tumbuh cukup besar," tuturnya.
Ia menambahan, selain kartu kredit, salah satu konsumsi masyarakat Indonesia yang paling mencolok adalah industri otomotif.
"Otomotif perkembangannya cukup sginifikan bahkan menjadi yang tertinggi di Asean. Untuk mobil lebih dari 700.000 unit telah diproduksi," tuturnya.
Sementara sepeda motor juga mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi yakni mencapai 8 juta per tahun. "Hal ini menunjukkan tingkat konsumsi khususnya demand masyarakat Indonesia cukup baik," jelasnya.
Pengusaha yang masuk dalam daftar orang terkaya di dunia ini menilai, dari sisi pertumbuhan ekonomi, Indonesia merupakan negara yang bisa dibilang nomor satu di dunia.
"IMF saja memproyeksikan perekonomian kita secara rata-rata tumbuh signifikan dimana menjadi nomor satu didunia. Dengan rata-rata tumbuh 12,8%," paparnya.
Maka dari itu, Chairul mengajak seluruh masyarakat untuk ikut mendorong perekonomian RI dan bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia.
"Jangan merasa kita ini 'ecek-ecek', kita ini bangsa besar dan kita semua tahu bagaimana kita bisa berdiri," ungkapnya.
(dru/qom)










































