"Ya kira-kira bisa mencapai kisaran 15 triliun lah. Mengingat di Oktober sudah mencapai 13 triliun," kata Direktur Utama Indonesia Eximbank I Made Gde Erata kepada detikFinance di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (30/11/2010).
Sampai September 2010, Erata mengatakan total kredit ekspor yang telah disalurkan Indonesia Eximbank mencapai Rp 13 triliun atau tumbuh 45% dibanding periode yang sama tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Erata menambahkan jika dibanding dengan Oktober tahun lalu pertumbuhan kredit hingga kini sudah mencapai kisaran 66%. Sedangkan kalau dibandingkan sampai akhir 2009 kemarin, peningkatannya mencapai kisaran 80%.
"Dana ini nanti akan kita pakai untuk membantu mereka (pelaku ekspor), khususnya bagi UKM yang selama ini sangat sulit untuk masuk ke kriteria bankable," ujar Erata.
Dikatakan Erata, sampai Oktober 2010, kredit ekspor paling besar diberikan ke sektor perindustrian (54%0, pertambangan (12,5%), pertanian (10,5%), dan pengangkutan (10,5%). Sedangkan sisanya dialokasikan ke sektor perdagangan, listrik, gas dan air, konstruksi, jasa dunia usaha, jasa sosial masyarakat, dan lainnya.
"Selama ini sumber dana yang kami dapat adalah berasal dari pemerintah, exim bank di luar, world bank, dan sebagainya," kata Erata.
Seperti diketahui, Indonesia Eximbank dapat disebut juga dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).
Lembaga pembiayaan ini bertujuan untuk menunjang kebijakan pemerintah mendorong program ekspor nasional dengan mendukungnya melalui pembiayaan ekspor nasional.
Lembaga yang mulai bergerak mulai 1 Septenber 2009 ini bertugas untuk memberi bantuan dalam rangka ekspor, membantu pembiayaan bagi transaksi atau proyek yang tidak dibiayai oleh perbankan karena tidak mempunyai prospek (non-bankable but feasible), dan membantu mengatasi kendala yang dihadapi bank atau lembaga keuangan dalam penyediaan pembiayaan bagi eksportir yang berpotensi. Serta memberikan peminjaman dan asuransi.
(dnl/dnl)











































