Bank Mandiri dan BSM Kucuri Intraco Kredit US$ 38 Juta

Bank Mandiri dan BSM Kucuri Intraco Kredit US$ 38 Juta

Herdaru Purnomo - detikFinance
Selasa, 30 Nov 2010 17:10 WIB
Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Mandiri) dan PT Bank Syariah Mandiri (BSM) memberikan fasilitas kredit club deal sebesar US$ 38,1 juta kepada PT Intraco Penta Tbk (INTA).

Pembiayaan tersebut berupa fasilitas kredit investasi senilai US$ 8,1 juta, kredit modal kerja senilai US$ 20 juta dan fasilitas L/C senilai US$ 10 juta.

"Adapun pembagian club deal dimana Bank Mandiri senilai US$ 23,4 juta dan Bank Syariah Mandiri US$ 14,7 juta," ujar Direktur Bisnis dan Komersial Mandiri, Sunarso dalam konferensi persnya di Plasa Mandiri, Jalan Gatot Subroto, Selasa (30/11/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sunarso mengungkapkan jangka waktu kredit yang diberikan yakni masing-masing untuk kredit investasi selama 3 tahun dan kredit modal kerja selama 1 tahun.

"Pembiayaan ini digunakan untuk memperkuat investasi alat-alat berat INTA dan sebagai working capital," ungkapnya.

Sampai dengan September 2010, sambung Sunarso, total kredit Bank Mandiri telah mencapai Rp 232 triliun. Direktur Utama Bank Syariah Mandiri Yuslam Fauzi mengatakan fasilitas kredit berupa club deal belum begitu bergaung di industri perbankan syariah.

"Melalui kesempatan ini kita akan tingkatkan terus kedepannya pemberian kredit melalui club deal ataupun sindikasi," tuturnya.

Sampai dengan September 2010, Yuslam mengungkapkan BSM telah memberikan total kredit untuk sindikasi senilai Rp 1,3 triliun.

Ditempat yang sama Direktur Utama INTA Petrus Halim mengatakan fasilitas kredit tersebut akan digunakan untuk mendukung ekspansi perseroan di tahun 2011.

"Targetnya untuk pertumbuhan alat berat di sektor pertambangan tahun ini saja mencapai 70% dan tahun 2011 diharapkan bisa menyentuh angka 50%. Untuk itu kita membutuhkan fasilitas pendanaan dari Bank Mandiri," jelasnya.

Selain untuk mendukung ekspansinya, Petrus mengungkapkan fasilitas pendanaan tersebut juga akan digunakan untuk refinancing dan belanja modal tahun 2011.

"Kita juga gunakan kredit ini untuk refinancing sebesar US$ 18 juta dan khusus untuk belanja modal tahun 2011 sebesar US$ 50 juta," tukasnya.

(dru/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads