"Pada pekan laporan, Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) rupiah mengalami penurunan yang cukup tinggi yakni sebesar 9 bps," ujar Kepala Biro Humas Bank Indonesia, Difi Ahmad Johansyah melalui surat elektroniknya kepada detikFinance di Jakarta, Rabu (01/12/2010).
Sedangkan rata-rata suku bunga deposito rupiah satu bulan naik 1 bps.Β "Sehingga spread suku bunga rupiah perbankan mengecil dari 5,54% menjadi 5,44%," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebaliknya, kelompok bank Persero dan KCBA menaikkan suku bunganya masing-masing sebesar 2 bps dan 3 bps. Sementara itu suku bunga kelompok bank Persero dan Swasta tidak berubah," tambahnya.
Kenaikan rata-rata suku bunga deposito rupiah 1 bulan pada kelompok KCBA sebesar 9bps dan bank campuran sebesar 10 bps menyebabkan naiknya suku bunga industri perbankan sebesar 1 bps.
"Sedangkan kelompok BPD menurunkan suku bunganya sebesar 7 bps. Sementara itu suku bunga kelompok bank Persero dan Swasta tidak berubah," tuturnya.
Pada instrumen valas, bank sentral mencatat suku bunga stabil atau sama dengan pekan sebelumnya.
Namun jika dilihat per kelompok Bank, pergerakan suku bunga yang cukup signifikan terjadi pada kelompok BPD yang menaikkan SBDK valas sebesar 19 bps, dan kelompok Bank campuran dimana SBDK valasnya turun 11 bps.
(dru/ang)











































