Demikian diungkapkan oleh Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR-RI, di Gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, Rabu (01/11/2010).
Surplu anggaran operasional sebesar Rp 17,35 triliun di 2011 itu berasal daripenerimaan anggaran operasional sebesar Rp 22,6 triliun dan pengeluaran sebesar Rp 5,2 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Peningkatan tersebut menurut hemat kami masih dalam batas kewajaran untuk penghargaan kinerja dan penerimaan pegawai baru," ungkap Darmin.
Untuk rencana anggaran pengembangan dan pemeliharaan SDM tahun 2011 dianggarkan sebesar Rp 1,84 triliun atau meningkat sebesar Rp 416,5 miliar (29,20%) dari tahun 2010.
"Peningkatan tersebut dalam rangka mendukung program pengembangan pegawai dan rencana promosi dan mutasi pegawai antar satuan kerja dan kantor Bank Indonesia," tutur Darmin.
Pengeluaran lainnya yakni anggaran pengelolaan logistik tahun 2011 sebesar Rp 519,78 miliar atau turun sebesar Rp 21,36 miliar (3,95%) dari 2010. Rencana anggaran pelaksanaan kegiatan pendukung tahun 2011 sebesar Rp 270 miliar, anggaran pajak tahun 2011 sebesar Rp 395,6 miliar dan biaya tak terduga sebesar Rp 250,8 miliar.
Sampai dengan September 2010 anggaran operasional bank sentral mencatat surplus sebesar Rp 12,25 triliun. Sepanjang tahun 2010, BI memkrediksikan anggaran operasional akan surplus Rp 15,12 triliun.
(dru/qom)











































