"Pegawai BI itu, yang kita akan ajak ke OJK, yang kompetensi dan karakternya cocok. Jadi orang jangan minta gaji dulu tetapi kompetensi dan karakter, dan integritas," tegas Agus saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (2/12/2010).
Jadi, lanjut Agus, besaran gaji para pegawai OJK nanti tentu akan didasarkan pada penilaian kerjanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus tidak bisa memastikan besaran gaji yang didapat pegawai OJK, apakah akan melebihi gaji pegawai BI atau tidak. Saat ini tampaknya terdapat kekhawatiran dari pegawai BI, gaji yang didapatnya di OJK kelak bisa di bawah gaji yang didapatnya di BI.
"Kalau Bank Indonesia lebih tinggi saya tidak tahu," ujarnya.
Hanya saja, Agus menegaskan pegawai-pegawai yang akan ditarik ke dalam OJK harus memiliki kompetensi, karakter, dan integritas yang baik.
"Pegawai BI itu, yang kita akan ajak ke OJK, yang kompetensi dan karakternya cocok. Jadi orang jangan minta gaji dulu tetapi kompetensi dan karakter, dan integritas," tandasnya.
Seperti diketahui, mayoritas pegawai BI menyatakan penolakannya untuk bergabung dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ikatan Pegawai Bank Indonesia (IPEBI) mengungkapkan dari 473 responden pegawai BI, 76,98% menyatakan menolak bergabung dengan OJK.
(nia/dnl)










































