ADB 'Salurkan' US$ 300 Juta untuk Kredit Perumahan di Indonesia

ADB 'Salurkan' US$ 300 Juta untuk Kredit Perumahan di Indonesia

- detikFinance
Jumat, 03 Des 2010 16:33 WIB
Manila - Dewan Direksi Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) menyetujui program pemberian pinjaman berbunga tetap sebesar US$ 300 juta untuk kredit kepemilikan rumah, yang disalurkan melalui bank swasta komersial.

"Ada jumlah yang besar, permintaan KPR yang tidak terpenuhi di Indonesia, dan juga terbatasnya akses pendanaan dalam rupiah dalam jangka panjang, terutama pada tingkat bunga tetap," ujar Philip Erquiga, Dirjen ADB untuk Departemen Operasional Sektor Swasta dalam siaran persnya yang dikutip detikFinance, Jumat (3/12/2010).

Ia menjelaskan, perkembangan pasar pembiayaan perumahan di Indonesia penting karena KPR memainkan perang penting dalam stabilitas dari keseluruhan sistem finansial di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Program pendanaan sektor perumahan ini akan membantu memperbaiki akses pembiayaan bagi konsumen dengan segmen yang lebih luas, termasuk para pembeli rumah yang pertama kalinya dan berpenghasilan rumah," ujar Erquiga.

Indonesia diperkirakan kekurangan sekitar 8 juta rumah. Dengan cepatnya proses urbanisasi, terutama di ibukota Jakarta, tambahan 800.000 rumah per tahun dalam 20 tahun mendatang diperlukan. Namun pada saat yang bersamaan, kredit perumahan oleh bank-bank komersial terbatas dan sebagian besar ditujukan oleh masyarakat dengan penghasilan lebih tinggi, karena bank kesulitan untuk mencari sumber-sumber pembiayaan jangka panjang.

Di samping membantu membangun sektor finansial dan mengatasi kekurangan perumahan, pendanaan ADB ini juga akan menciptakan lapanan kerja di sektor konstruksi perumahan dan industri real estate, sekaligus membantu mendukung pertumbuhan ekonomi.

Elemen kunci bagi program ini adalah bantuan teknis untuk membantu bank berpartisipasi memperkuat kemampuan penjaminan fasilitas pembiayaan rumah. Bantuan teknis ini didanai dari proyek bantuan teknis Housing Finance Capacity Development yang meliuti Asia Selatan dan Tenggara.

"Bantuan teknis berupa pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing bank, akan membantu meningkatkan kemampuan dan ini penting bagi pertumbuhan pasar sektor perumahan yang lebih hati-hati di Indonesia," ujar Christine Engstrom, Senior Investment Specialist ADB untuk Private Sector Operations Department.

Pendanaan ADB ini akan diberikan kepada bank sebagai pinjaman senior, dengan jangka waktu 10 tahun, untuk penyediaan KPR berbunga tetap. ADB menetapkan berbagai syarat, dan terbuka bagi bank komersial swasta yang memenuhi kriteria kualitas dan parameter program. (qom/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads