Hal itu penting untuk mengubah pemulihan yang cepat setelah krisis global menerpa menjadi pertumbuhan ekonomi yang lebih seimbang dan berjangka panjang.
"Demikian uraian satu bagian khusus dari edisi terbaru laporan Asia Economic Monitor yang diluncurkan ADB pada Selasa (7/12/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADB menilai surplus perdagangan yang besar selama ini dari kawasan Asia Timur yang sedang berkembang di satu sisi, dibandingkan dengan meningkatnya utang di kalangan-negara-negara ekonomi maju disisi lain, telah menimbulkan perdebatan. Hal itu pada akhirnya meningkatkan seruan bagi kawasan Asia Timur yang sedang berkembang untuk membiarkan mata uangnya terapreasiasi sesuai dengan kekuatan ekonominya yang meningkat.
Selain itu, pulihnya kawasan Asia secara cepat dari krisis global baru-baru ini juga telah menarik investor asing ke kawasan. Mengelola arus modal yang masuk untuk mencegah terjadinya bubble harga aset juga menimbulkan kekawatiran.
"Meningkatnya dengan cepat saling ketergantungan dalam perdagangan dan keuangan dan makin pentingnya efek limpasan dan penularan (spillovers and contagion effects) di dalam kawasan membuat kerjasama nilai tukar mata uang regional menjadi sangat penting," kata Iwan Azis, Kepala Kantor Kerja Sama Dan Integrasi Ekonomi ADB (OREI) yang menyiapkan laporan ini.
"Pada saat yang bersamaan, fleksiblitas mata uang regional terhadap mata uang-mata uang utama di luar kawasan akan membantu kawasan Asia Timur yang sedang berkembang bisa mengelola arus modal yang masuk dan menghadapi guncangan eksternal dengan lebih baik," imbuh Iwan yang merupakan ekonom dari Indonesia itu.
Laporan Asia Economic Monitor ADB ini menyarankan, cara terbaik ke depan bagi ekonomi Asia Timur adalah dengan mengadopsi zona pemantauan secara informal nilai tukar mata uang mereka tarhadap mata uang eksternal yang dijadikan referensi atau terhadap sejumlah mata uang.
Perubahan besar diluar zona yang tidak mengikat tersebut dapat menjadi bahan pembicaraan secara rahasia untuk mengurangi deviasi yang terjadi. Seiring berjalannya waktu, pengaturan ini dapat bersifat lebih resmi.
(qom/qom)











































