Dana Tak Kunjung Dibayar, Nasabah Bakrie Life Minta DPR Turun Tangan

Dana Tak Kunjung Dibayar, Nasabah Bakrie Life Minta DPR Turun Tangan

- detikFinance
Rabu, 08 Des 2010 10:49 WIB
Jakarta - Nasabah PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) meminta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk turun tangan dalam kasus gagal bayar produk Diamond Investa. Pasalnya, hingga Desember 2010 pemegang saham dan manajemen belum juga membayarkan cicilan pokok serta bunga sebagaimana tertuang dalam Surat Kesepakatan Bersama (SKB).

"DPR-RI sudah sepantasnya turut campur dalam masalah ini karena sudah meresahkan ratusan nasabah yang juga Warga Negara Indonesia. Kalau bukan ke DPR RI, kemana lagi nasabah harus mengadukan nasib dananya yang pembayarannya tidak jelas sampai sekarang," ungkap salah seorang koordinator perwakilan nasabah Yoseph ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Rabu (08/12/2010).

Meskipun sudah berbagai jalan ditempuh oleh para nasabah ini. Namun perusahaan asuransi milik Bakrie Group ini tetap saja tidak melunasi tunggakan kepada para nasabahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kasus gagal bayar Bakrie Life kepada nasabah Diamond Investa belum bisa diselesaikan karena sekalipun dengan adanya Surat Kesepakatan Bersama yang menurut bapak Timoer Soetanto sudah diketahui dan disetujui oleh pemilik Bakrie Group Bapak Nirwan Bakrie pun masih juga tidak dibayar," ujar Yoseph.

Yoseph mempertanyakan bagaimana nasib dana nasabah Diamond Investa Bakrie Life di mana walaupun ada Surat Keputusan Bersama (SKB) namun masih juga tidak jelas. "SKB tidak diindahkan, saat ini asumsinya kalau Bakrie Life punya uang baru bisa bayar, untuk apa ada SKB secara legal? Kalau tidak punya uang terus berarti tidak bayar dong?," tegasnya.

Padahal menurut Yoseph, sebuah komitmen itu penting dalam dunia bisnis, apalagi bisnis asuransi jiwa.

Yoseph juga meragukan fungsi Bapepam-LK selaku regulator industri asuransi yang tidak tegas. "Sekalipun Bapepam-LK sudah menekan Bakrie Life tapi tetap saja mereka tidak patuh aturan. Apakah teguran dan surat penekanan Bapepam-LK sudah tidak dianggap oleh Bakrie Life?," tuturnya.

Ia juga menyesalkan sikap Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) yang sampai saat ini nyaris tidak pernah terdengar suaranya untuk menegur anggotanya. "AAJI tidak ada suaranya dan menegur anggotanya Bakrie Life yang tidak patuh aturan, serta tidak pernah membela nasabah. Untuk apakah sebenarnya tujuan didirikan AAJI tersebut," jelas Yoseph.

Lebih jauh Yoseph mengharapkan agar DPR RI yang turun tangan dan bertindak tegas untuk menyelesaikan kasus Bakrie Life yang meresahkan ratusan nasabahnya. Hal ini, lanjut Yoseph merupakan jalan terakhir yang sudah seharusnya diambil saat ini.

"Kesimpulan dari semua masalah di atas adalah dengan doa dan berusaha dimana nasabah tetap terus berdoa dan memohon kepada Tuhan supaya Bapak Nirwan Bakrie, Group Bakrie dan Bakrie Life diberkati oleh Tuhan sehingga dana nasabah dapat dibayar tepat waktu," imbuh Yoseph.

Seperti diketahui, Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar.

Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.

Sebanyak 25% pada tahun 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga pada tahun 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen.

Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6.25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%).

Cicilan dana pokok baru dibayarkan dua kali yakni Maret 2010 dan Juni 2010. Cicilan pokok pada September 2010 belum dibayarkan berikut bunga dari Juli 2010 sampai November 2010.

Sehingga Bakrie Life masih mempunyai sisa utang kurang lebih senilai Rp 290 miliar kepada 250 nasabah Diamond Investa yang menginvestasikan dananya diatas Rp 200 juta.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads