"Jumlah penerbitan SBN ini yang harus diperoleh di 2011, suplai yang harus masuk dari market segitu," jelas Direktur Surat Utang Negara DJPU Kementerian Keuangan Bimantara Widyajala saat ditemui di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (8/12/2010).
Angka permintaan SBN sebesar Rp 56 triliun tersebut, menurut Bima, diperoleh setelah melakukan survei kepada investor di luar ritel dan asing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Bima, permintaan tahun depan akan lebih besar. Pasalnya, kebanyakan dari mereka memberikan target pembelian secara konservatif. Artinya, masih di bawah kemampuan mereka sebenarnya.
"Dengan demand seperti ini potensi ini cukup besar. Belum mencerminkan biasanya mereka konservatif, kemungkinan akan lebih besar," imbuhnya.
(nia/qom)










































