Pengiriman Uang TKI Capai Rp 45 Triliun

Pengiriman Uang TKI Capai Rp 45 Triliun

- detikFinance
Kamis, 09 Des 2010 10:28 WIB
Pengiriman Uang TKI Capai Rp 45 Triliun
Jimbaran - Transaksi pengiriman uang (remitansi) Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sampai dengan akhir September 2010 mencapai US$ 5,03 miliar atau sekitar Rp 45,3 triliun. Angka tersebut mengalami kenaikan tipis sebesar US$ 0,12 miliar dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 4,91 miliar.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Difi Ahmad Johansyah mengatakan transaksi remitansi terbesar berasal dari Malaysia, Arab Saudi, Hongkong, Taiwan, Singapura, juga Uni Emirat Arab.

"Malaysia sendiri pada akhir September 2010, angkanya sudah mencapai US$ 1,72 miliar. Sedangkan nilai remitansi TKI di Arab Saudi di periode yang sama
mencapai US$ 1,7 miliar," ujar Difi dalam surat elektroniknya, Kamis (09/12/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Difi memaparkan, TKI di Taiwan saat ini menempati urutan ketiga dengan nilai transaksinya mencapai US$ 338 juta. Kemudian disusul oleh Hong Kong, dengan nilai transaksi TKI mencapai US$ 336 juta dan Singapura dengan nilai transaksi remmitance yang mencapai US$ 164 juta. Terkahir diduduki dari Uni Emirat Arab senilai US$ 145 juta.

Dikatakan Difi, jika dilihat dari wilayahnya kiriman terbesar berasal dari TKI yang ada di kawasan Asia yaitu mencapai US$ 2,8 miliar.

"Kawasan Timur Tengah dan Afrika, total remittansi TKI sampai akhir kuartal tiga lalu mencapai US$ 2,06 miliar," ungkapnya.

Namun menurut Difi, dari sisi jumlah TKI yang dikirim mengalami penurunan. Sampai dengan kuartal III-2010 jumlah TKI di luar negeri menurun 3.796 orang dibandingkan kuartal sebelumnya.

"Total penempatan baru TKI mencapai 427.681 orang saat ini. Total jumlah TKI di seluruh dunia sampai dengan kuartal-III 2010 mencapai 4,32 juta orang,"
tambahnya.

Ia menyampaikan, penurunan terjadi karena pada September 2010 ada perayaan lebaran. "Trennya memang seperti itu, nanti setelah Idul Fitri biasanya jumlah TKI yang berangkat kembali meningkat," ujarnya.

(dru/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads