BI Minta Bank Kucurkan Rp 70 Triliun di Desember

BI Minta Bank Kucurkan Rp 70 Triliun di Desember

- detikFinance
Kamis, 09 Des 2010 14:02 WIB
Jimb - Bank Indonesia (BI) meminta industri perbankan untuk menyalurkan kredit sebesar Rp 70 triliun di akhir Desember 2010. Hal ini diperlukan untuk mencapai target batas atas pertumbuhan kredit perbankan sesuai Rencana Bisnis Bank (RBB) yang diproyeksikan mencapai 24%.

Demikian diungkapkan oleh Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia Wimboh Santoso ketika ditemui di sela acara South East Asia Central Banks (Seacen)-Seminar yang bertemakan "Optimal Central Banking For Financial Stability," di Hotel Intercontinental, Jimbaran, Bali, Kamis (09/12/2010).

"Kalau mau mencapai 24% atau batas atas target kredit maka kredit perbankan harus tumbuh hingga Rp 70 triliun di Desember 2010," ujar Wimboh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, dirinya mengatakan jika hanya mencapai 22% saja atau batas bawah proyeksi pertumbuhan kredit maka di Desember 2010 kredit tumbuh Rp 60 triliun saja sudah cukup.

"Ya kalau mau tumbuh tinggi ya rata-rata per minggunya harus Rp 17 triliun atau kalau mau mencapai 22% saja dibutuhkan Rp 60 triliun," katanya.

Wimboh optimistis kredit di akhir tahun yakni pada Desember 2010 akan memenuhi target baik batas atas maupun batas bawah. Hal ini, menurutnya dikarenakan pengucuran yang cukup deras memang merupakan tren di akhir tahun.

"Desember 2009 saja kemarin kita lihat itu kredit tersalurkan Rp 50 triliun sendirim diharapkan sampai akhir Desember 2010 akan memenuhi target. Karena biasanya menjelang libur akhir tahun itu banyak nasabah yang menarik kredit modal kerja yang akan digunakan di awal 2011," tambahnya.

Di pertengahan tahun sesuai revisi RBB industri perbankan optimistis kredit sampai akhir tahun 2010 akan mencapai 22%-24%. Seperti diketahui, penyaluran kredit perbankan terus menunjukkan peningkatan.

Data bank sentral menunjukkan pada pekan pertama Desember 2010, kredit naik Rp 14,29 triliun yang bersumber dari kenaikan kredit rupiah Rp 10,26 triliun dan kredit valas Rp 4,03 triliun.

Dengan demikian, selama 2010 kredit telah naik Rp 263,67 triliun atau tumbuh 18,44%, dibanding periode yang sama tahin lalu naik Rp 307,00 triliun atau tumbuh 22,14%.

Kredit rupiah hanya naik pada kelompok bank swasta dan persero masing-masing sebesar Rp 8,98 triliun dan Rp 2,66 triliun. Sedangkan 3 kelompok bank yang lain yaitu bank asing, bank campuran, dan BPD mengalami penurunan yang cukup merata di bawah Rp 1 triliun, terbesar pada kelompok Bank Campuran sebesar Rp 950 miliar.

Sementara kredit valas meningkat pada hampir semua kelompok bank kecuali kelompok BPD yang turun Rp 20 miliar. Adapun kenaikan tertinggi terdapat pada kelompok bank Persero Rp 1,93 triliun. Dalam denominasi valas, kredit valas perbankan naik US$ 267,33 miliar selama pekan pertama Desember 2010.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads