BI Siap Beri Edukasi Finansial Bagi TKI

BI Siap Beri Edukasi Finansial Bagi TKI

Herdaru Purnomo - detikFinance
Kamis, 09 Des 2010 16:27 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) akan mengoptimalkan fasilitas khusus bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dengan memberikan akses kredit secara luas dan mudah serta layanan edukasi. Hal ini dilakukan karena peran TKI terhadap perekonomian RI cukup besar dimana ditandai dengan kontribusinya terhadap cadangan devisa RI.

Deputi Gubernur BI Muliaman Hadad mengatakan, saat ini bank sentral masih berupaya untuk mencari format agar peran TKI membawa manfaat baik bagi perekonomian secara makro maupun dari sisi peningkatan taraf hidup mereka.

"Remitansi terus meningkat, nah ini perlu dipikirkan bagaimana agar mereka bisa menaikkan pendapatan. Ini nanti menjadi bagian dari financial education yang sedang kami rancang, termasuk edukasi finansial bagi TKI," ujarnya ketika ditemui di sela acara South East Asia Central Banks (Seacen)-Seminar yang bertemakan "Optimal Central Banking For Financial Stability, di Hotel Intercontinental, Jimbaran, Bali, Kamis (09/12/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut Muliaman mengatakan, dengan meningkatkan pemahaman finansial bagi para TKI maka buruh luar negeri tersebut tidak akan mudah tertipu dan lebih aman.

"Termasuk juga kemungkinan memberikan kredit ketika mereka masih bekerja di sana karena gaji mereka juga dibayar melalui bank. Saya kira itu beberapa opsi ke depan yang bisa didorong," jelasnya.

Bank-bank lokal, lanjut Muliaman sejauh ini telah mendorong pengembangan bisnis TKI melalui jasa (pengiriman uang) atau remittansi. Oleh karena itu, sambung Muliaman akan sangat baik jika didorong lagi sehingga cadangan devisa RI akan terus meningkat. "Banyak bank lokal di luar negeri terutama seperti di Timur tengah, Malaysia, Hongkong, bisnis remittansi ini terus mengalami kemajuan," tukasnya.

Seperti diketahui, transaksi pengiriman uang TKI sampai dengan akhir September 2010 mencapai US$ 5,03 miliar. Angka tersebut mengalami kenaikan tipis sebesar US$ 0,12 miliar dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 4,91 miliar.

(dru/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads