Hal ini disampaikanΒ Direktur Utama Bank Syariah Bukopin Riyanto dalam perayaan 2 tahun perusahaan di Jalan Salemba Raya, Jakarta, Kamis (9/12/2010).
"Adanya modal tambahan agak mundur jadi awal 2011. Jumlahnya Rp 100 miliar," ungkap Riyanto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"CAR kami sudah baik. Tapi dengan modal ini, akan jadi 16%. Ini lebih untuk pendanaana pembiayaan BSB," paparnya.
Ia menambahkan, tren masuknya modal asing ke beberapa perbankan syariah tidak menjadikan BSB mengikutinya. Perseroan lebih mengutamakan modal dari pemegang saham yang ada.
"'Kita juga banyak (penawaran modal). Namun kebijakan pemegang saham belum dari luar. Lebih dari existing share holder. Karena ini strategi pengembangan stake holder. Dana asing memang memiliki aspek ganda. Satu sisi ini memiliki risiko yang tinggi karena sangat likuid, gampang masuk dan keluar," jelasnya.
Tantangan industri perbankan ke depan adalah, bagaimana menghadirkan ragam produk yang tidak hanya setara dengan perbankan konvensional. Namun, bisa melebihi itu dengan produk khusus syariah.
"Keragaman perlu yang lebih syariah. Juga ada masalah pricing. Kita lebih deliver dengan tingkat efisiensi yang lebih baik," pungkas Riyanto.
(wep/ang)











































