Migrasi Kartu ATM ke Chip Butuh Waktu 5 Tahun

Migrasi Kartu ATM ke Chip Butuh Waktu 5 Tahun

Herdaru Purnomo - detikFinance
Sabtu, 11 Des 2010 14:26 WIB
Migrasi Kartu ATM ke Chip Butuh Waktu 5 Tahun
Jakarta - Bank Indonesia (BI) menargetkan migrasi kartu ATM atau debet ke teknologi chip dibutuhkan waktu sampai 5 tahun dimulai pada tahun 2011. Faktor utama lamanya proses penerapan teknologi chip di kartu ATM atau debet karena tidak sedikitnya pemegang kartu debet tersebut.

Demikian diungkapkan oleh Direktur Direktorat Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Ronald Waas ketika ditemui disela acara South East Asia Central Banks (Seacen)-Seminar yang bertemakan "Optimal Central Banking For Financial Stability", di Hotel Intercontinental, Jimbaran, Bali, Sabtu (11/12/2010).

"Penggantian kartu ATM atau debet dari magnetic stripe ke teknologi yang menggunakan chip butuh waktu yang tidak singkat. Kurang lebih dibutuhkan waktu selama 5 tahun," ujar Ronald.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dirinya membandingkan dengan migrasi kartu chip yang sebelumnya diterapkan kepada kartu kredit. Jumlah pemegang kartu ATM yang lebih banyak menjadi faktor utama lamanya proses migrasi tersebut dilakukan.

"Kemarin ketika BI mewajibkan penggunaan chip di kartu kredit saja dibutuhkan waktu selama 2 tahun, itupun karena jumlah pemegang kartu kredit yang tercatat sekitar 12 juta ketika itu," tuturnya.

Untuk kartu ATM atau kartu debet jumlah nya menurut Ronald hampir mencapai 50 juta. Selain itu, lanjut Ronald teknis penggantian kartu ATM akan lebih sulit dilakukan.

"Kartu kredit kan memang setiap tahun itu diganti, oleh karena itu tidak membutuhkan waktu lama untuk menggantinya dengan chip tetapi kartu debet yang biasa dipakai nasabah itu kan jarang sekali diganti kecuali hilang atau rusak," jelasnya.

Maka dari itu, lanjut Ronald dibutuhkan waktu yang tidak sebentar. Ia juga mengungkapkan tidak hanya kartu ATM saja yang perlu diganti karena fasilitas sepert ATM dan mesin Electronic Data Capture (EDC) juga harus diganti sehingga kompatibel dengan teknologi chip tersebut.

"Jumlah ATM itu mencapai 20.000 dan mesin EDC mencapai 200.000 lebih itu nantinya akan diganti agar kompatibel," kata Ronald.

Lebih lanjut Ronald mengatakan seiring dengan bertumbuhnya nasabah perbankan maka semakin banyak juga yang menggunaan kartu ATM. "Jumlah pemegang kartu ATM atau debet sampai akhir September 2010 mencapai 50,7 juta dengan volume transaksi sebanyak 1,33 miliar yang nilai transaksinya sebesar Rp 1,45 triliun," ujarnya.

Rata-rata transaksi harian, lanjut Ronald mencapai 150 juta transaksi per hari dengan nilai sekitar Rp 165 triliun . "Tahun 2010 ini kelihatannya akan melampaui angka di tahun 2009 rata-rata keseluruhannya," pungkasnya.

(dru/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads