Demikian hasil Operasi Pasar Terbuka (OPT) pekan kedua Desember 2010 yang disampaikan Kepala Biro Hubungan Masyarakat Bank Indonesia, Difi Ahmad Johansyah melalui pesan elektroniknya di Jakarta, Selasa (14/12/2010).
"Setelah beberapa pekan sebelumnya investor asing cenderung melakukan aksi wait and see, antara lain dengan mengurangi kepemilikannya pada aset domestik, pada pekan kedua Desember 2010 justru sebaliknya. Investor asing mulai menempatkan kembali dananya pada instrumen rupiah," tutur Difi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain tercermin dari angka net beli asing di saham yang mencapai Rp 4,28 triliun, hal ini juga terlihat dari total transaksi asing yang mencapai 33,51% dari total transaksi bursa dalam negeri," ujarnya.
Di sisi lain, lanjut Difi, keputusan European Central Bank (ECB) mempertahankan suku bunga pada level 1%, menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi bertahannya preferensi investor asing pada emerging market, seperti yang tercermin dari peningkatan kepemilikan surat utang negara (SUN) asing dan terjadinya net beli saham asing.
"Selama sepekan, SUN asing naik sebesar Rp 1,7 triliun hingga meningkatkan pangsa SUN asing dari 30,26% menjadi 30,58%," imbuh Difi.
Selain tercermin dari transaksi bursa, pengaruh positif perekonomian global juga terlihat dari perkembangan pasar SUN yang cenderung membaik.
Pada peken kedua Desember 2010, harga rata-rata mingguan SUN naik 39,49 bps setelah beberapa pekan sebelumnya terus terkoreksi. Tingkat volatilitas harga pun menurun, yang ditandai dengan penurunan angka VaR harga SUN dari 0,614% menjadi 0,613%.
"Perkembangan ini mendorong asing kembali meningkatkan kepemilikan atas SUN hingga meningkatkan pangsanya dari 30,58% menjadi 30,96%," tukas Difi.
(dnl/dnl)











































