Rapat yang dilaksanakan diruang pimpinan Komisi XI DPR tersebut ternyata membahas mengenai isu suap Rp 100 miliar yang dituduhkan kepada Komisi XI terkait pelaksanaan beberapa Rancangan Undang-Undang yang berhubungan terkait BI. Padahal semula direncanakan rapat akan membahas Anggaran Tahunan Bank Indonesia (ATBI).
"Jadi ada isu yang melemparkan itu, orang BI namanya tidak diketahui, bahwa ada isu suap di mana DPR minta Rp 100 miliar terkait 3 UU. Yakni Mata Uang, OJK dan ATBI," ujar Anggota DPR Laurens Bahang Dama ketika ditemui di Gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, Selasa (14/12/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kita mau clear kan itu dulu. Menurut BI, sedang dijelaskan nih didalam oleh Agus (Ketua Ikatan Pegawai Bank Indonesia) di dalam," ujar Laurens.
Laurens mengatakan, isu suap Rp 100 miliar ini kabarnya terkait uang pelicin dalam pembahasan Undang-Undang yang terkait BI. "Jadi terkait Pansus OJK, Panja RUU Mata Uang, dan Transfer Dana ditambah ATBI," jelasnya.
"Selama BI tidak memberikan klarifikasi secara clear kami tidak akan melalukan rapat-rapat lagi karena tidak sehat," imbuh Laurens.
Pantauan detikFinance dilapangan, rapat tertutup tersebut memang cenderung 'aneh'. Rapat dilakukan bukan di ruang sidang seperti biasanya tetapi di ruang pimpinan
Dewan Gubernur BI, Darmin Nasution, Muliaman Hadad, Budi Rochadi, Budi Mulya, Hartadi Sarwono, dan Halim Alamsyah datang sekitar pukul 19.15 WIB.
Pada pukul 20.00 WIB mereka terlihat masuk ke ruang pimpinan Komisi XI DPR RI, ditambah Agus Santoso Ketua Ikatan Pegawai Bank Indonesia (IPEBI) setelah semua pimpinan komisi XI dan beberapa anggota datang.
Mereka mengadakan 'rapat' di ruang pimpinan dimulai dari pukul 20.30 WIB hingga 22.30 WIB. Beberapa kali terlihat Dewan Gubernur BI keluar masuk ruang tersebut.
Setelah pertemuan tersebut selesai Gubernur BI Darmin Nasution tidak berkomentar apa-apa ketika diklarifikasi wartawan.
"Rapat ATBI (Anggaran Tahunan BI) besok jam 2 siang," tutur Darmin singkat.
Ketika detikFinance mencoba klarifikasi kepada Dewan Gubernur lain ternyata semua tidak ingin berkomentar.
Ketua IPEBI Agus Santoso juga tidak mengungkapkan apapun. Dirinya keluar ruang rapat didampingi dengan petugas keamanan BI hingga masuk kendaraan.
(qom/dnl)











































