"Jadi disetujui Rp 45 triliun anggaran kebijakan di 2011. Namun dengan catatan di mana harus lapor ke Komisi XI per 3 bulan sekali," ujar Anggota Komisi XI Nusron Wahid kepada detikFinance di Gedung DPR-RI, Senayan, Rabu (15/12/2010).
Namun Nusron mengatakan, angka defisit sebesar Rp 45 triliun merupakan subyektif dengan kata lain hanya perkiraan BI dan bisa saja meleset.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nusron mengatakan, agenda rapat kali ini hanya tinggal membahas masalah Anggaran Operasional di 2011. Menurutnya, hal yang perlu dibahas lebih jauh adalah terkait masalah anggaran gaji dan tunjangan pegawai.
"Saya kira untuk gaji tidak ada masalah kenaikan yang diajukan tersebut. Namun untuk tunjangan harus subyektif di mana harus sesuai dengan prestasi," kata politisi Partai Golkar ini.
Sebelumnya, bank sentral mengusulkan defisit anggaran kebijakan di tahun 2011 sebesar Rp 45 triliun. Angka tersebut meningkat 32,4% jika dibandingkan dengan defisit anggaran kebijakan bank sentral di 2010 yang sebesar Rp 37 triliun.
Untuk Anggaran Operasional, bank sentral mengungkapkan di 2011 akan mencatat surplus sebesar Rp 17,35 triliun. Di mana rencana penerimaan anggaran operasional sebesar Rp 22,6 triliun dan pengeluaran sebesar Rp 5,2 triliun.
Rencana pengeluaran anggaran operasional di 2011 yakni anggaran pengelolaan gaji dan penghasilan lain yang naik 2,46% sebesar Rp 47,6 miliar dari tahun 2010 menjadi sebesar Rp 1,98 triliun.
(dru/dnl)











































