Pemberian KUR TKI dan asuransi tersebut merupakan kerjasama beberapa bank, yaitu PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Mandiri Tbk, Konsorsium Asuransi dan PT Telkom Indonesia Tbk. Kerjasama tersebut dikoordinir oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI serta Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI.
KUR TKI diberikan secara simbolis kepada calon debitur pada acara Sosialiasi KUR TKI, Asuransi TKI dan Remitansi TKI di Narmada Convention Hall Mataram, NTB, Kamis (16/12/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suhendry menambahkan, pembiayaan dari perbankan untuk TKI tersebut diharapkan dapat membantu TKI dalam hal finansial, khususnya untuk pengurusan dokumen, pemeriksaan kesehatan, pelatihan kerja dan sertifikasi kompetensi. KUR tersebut juga bisa digunakan untuk pembiayaan lain yang telah ditetapkan dalam peraturan Menakertrans.
Dalam sosialiasi tersebut, perbankan memberikan edukasi kepada TKI tentang bagaimana cara mendapatkan kredit KUR TKI. Para calon debitor TKI juga dilatih cara pengiriman uang baik melalui perbankan yaitu BNI, BRI, Mandiri maupun melalui PT Telkom Indonesia serta cara mendapatkan asuransi jiwa dan kecelakaan bagi TKI yang dapat dimanfaatkan selama bekerja di luar negeri.
Dalam sosialisasi itu, BNI menyerahkan persetujuan KUR TKI sebesar total Rp 83 juta kepada tiga calon debitur, yaitu Ismail, Murilah, dan Nasri asal Lombok.
Tercatat, BNI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 1,86 triliun kepada 14.306 usaha kecil di seluruh Indonesia hingga September 2010. Mereka terdiri dari beberapa sektor usaha, yaitu sektor perdagangan dan rumah makan sebesar 66%, sektor pertanian dan sarana pertanian (22%), sektor jasa (6%), industri pengolahan (4%), sektor transportasi dan komunikasi (2%).
(gds/ang)











































