"Secara keseluruhan, tingkat permodalan perbankan di Indonesia telah meningkat. Kualitas aset dan ongkos kredit juga terus menunjukkan perbaikan. Kemudian, risiko likuiditas perbankan Indonesia semakin menurun, dan pengelolaan manajemen perbankan menunjukkan respon yang cepat untuk memperbaiki keadaan," ujar Moody's Vice President and Senior Credit Officer Beatrice Woo dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Kamis (16/12/2010).
Meskipun begitu, Woo mengatakan masih ada tantangan-tantangan yang dihadapi oleh sistem perbankan di Indonesia, seperti gejolak politik, lemahnya penegakan hukum tingginya tingkat korupsi, serta rendahnya tata kelola dan transparansi perusahaan. Ini yang harus diperkuat oleh sistem perbankan di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara statistik, rasio kecukupan modal (CAR) perbankan di Indonesia rata-rata mencapai 16,5% hingga September 2010. Kualitas aset dan perbaikan ongkos kredit cukup terlihat.
Tingkat kredit bermasalah (NPL) perbankan di Indonesia pada September 2010 turun menjadi 2,96% dari 4,14% di Mei 2009.
(dnl/qom)











































