Sampai Desember, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 3 Triliun

Sampai Desember, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 3 Triliun

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Kamis, 16 Des 2010 14:01 WIB
Sampai Desember, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 3 Triliun
Jakarta -

PT Bank Mandiri Tbk mencatatkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp 3,02 triliun per 10 Desember 2010. Sepanjang tahun 2010 Bank Mandiri telah merealisasikan KUR sebesar Rp 1,77 triliun atau 96% dari target yang ditetapkan sebesar Rp 1,85 triliun.

"Kami optimistis target penyaluran KUR di 2010 sebesar Rp 1,85 triliun akan terlampaui mengingat Bank Mandiri saat ini masih memiliki pipeline debitur yang akan dibukukan dalam waktu dekat sebelum akhir tahun 2010 ini," kata Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Kamis (16/12/2010).

Menurut Zulkifli, pemberdayaan UMKM merupakan pekerjaan besar dan perlu terus dilakukan karena UMKM merupakan salah satu kekuatan utama yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk memperkuat komitmen pengembangan UMKMK, pada Kamis (16/12) di Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Bank Mandiri kembali menyalurkan KUR kepada petani kebun kelapa sawit melalui enam Koperasi di Kalimantan Barat.

Kredit yang disalurkan senilai Rp 251,02 miliar untuk pembiayaan kebun kelapa sawit seluas lebih dari 12.000 hektar. Penyaluran KUR tersebut disaksikan Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar dan dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Barat Drs.Cornelis, MH, di Kantor Gubernuran Kalimantan Barat.

Di Wilayah Kalimantan, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp 1,19 Triliun untuk 16.035 debitur. Dimana sebesar Rp 265,01 miliar disalurkan di wilayah Kalimantan Barat untuk 4.870 debitur.

Sementara itu, Direktur Commercial & Business Banking Bank Mandiri Sunarso menjelaskan bahwa sebagian besar penyaluran KUR Bank Mandiri, yaitu hampir mencapai 51% terserap ke sektor pertanian dan peternakan dengan jumlah debitur lebih dari 42.000 debitur. Sementara 38,71%, disalurkan ke sektor perdagangan yang diterima oleh lebih dari 12.500 debitur.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads