Demikian disampaikan oleh Direktur Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo di kantornya, Jalan MH. Thamrin, Jakarta, Jumat (17/12/2010).
"Kalau prediksi internasional institusi finansial, tahun ini, capital inflow seluruh emerging ekonomi sekitar US$ 825 miliar. Tahun depan US$ 833 miliar tak bisa dibayangkan betapa besarnya capital inflow ke seluruh emerging ekonomi," tutur Perry.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kita akan tetap bermain, merumuskan bauran kebijakan yang terdiri dari responsif hubungan nilai tukar, memperkuat cadangan devisa, makro prudential capital inflow," jelas Perry.
Diakui Perry saat ini ketidakpastian ekonomi global masih tinggi terutama karena krisis utang di Eropa yang masih berlanjut. Sehingga dana-dana di negara maju akan lari ke negara-negara berkembang.
"Dalam waktu dekat akan ada pengumuman paket kebijakan apakah itu instrumen moneter atau perbankan termasuk soal GWM (Giro Wajib Minimum) valas. Bagaimana kita memperkuat visi ketahanan," tukas Perry.
(dru/dnl)











































