Cegah Pembobolan, Transaksi Kartu Kredit Bakal Menggunakan PIN

Cegah Pembobolan, Transaksi Kartu Kredit Bakal Menggunakan PIN

- detikFinance
Senin, 20 Des 2010 16:05 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) tengah melakukan kajian untuk menerapkan sistem Dynamic Authentification atau pengamanan tambahan berupa Personal Indentification Number (PIN) di setiap transaksi kartu kredit. Nantinya seluruh nasabah yang ingin bertransaksi menggunakan kartu kredit harus memasukkan PIN terlebih dahulu.

Demikian disampaikan oleh Kepala Biro Sistem Pembayaran Aribowo ketika berbincang dengan wartawan di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (20/12/2010).

"Memang di kartu kredit kita belum menerapkan Dynamic Authentification berupa PIN, nantinya kita akan mewajibkan seluruh transaksi yang menggunakan kartu kredit akan memasukkan PIN terlebih dahulu," ujar Aribowo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, selama ini jika nasabah ingin menggunakan kartu kredit untuk bertransaksi sangatlah mudah yakni hanya dengan memberikan kartu dan membubuhi tandatangan dalam bukti transaksi. Nah, sambung Aribowo, belakangan banyak penipuan atau pembobolan kartu kredit dengan modus lama yakni tiga angka terakhir yang tercetak di kartu kredit itu bisa digunakan untuk bertransaksi secara online.

"Kan belakangan banyak tuh, transaksi kartu kredit yang menggunakan tiga angka terakhir biasanya di internet itu. Nah kalau tidak ada PIN kan jika kartu kredit hilang ya bisa saja disalahgunakan makanya dibutuhkan Dynamic Authentification," terangnya.

Namun, Aribowo belum bisa menentukan mulai kapan penerapan PIN di kartu kredit ini diterapkan. Pasalnya, sambung Aribowo beberapa bank harus dimintai persetujuan dan kesiapannya terlebih dahulu.

"Ini kan ada investasinya juga, masih banyak proyek yang harus dikerjakan seperti migrasi kartu debet ke chip dan sebagainya. Intinya akan kita terapkan tetapi belum lah kapan waktunya," tuturnya.

Berdasarkan data bank sentral, jumlah pemegang kartu kredit per September 2010 mencapai 13 juta dengan volume transaksi mencapai 147,3 juta transaksi. Nilai transaksinya tercatat sebesar Rp 118,9 triliun dengan rata-rata harian sekitar 16.500 transaksi.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads