Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengatakan, dengan blueprint tersebut diharapkan BPD mempunyai kerangka pembangunan daerah yang terarah.
"BPD adalah ujung tombak dan tulang punggung untuk menopang ekonomi daerah. BI bersama Asbanda telah menyelesaikan blueprint pembenahan BPD yang terarah, utuh dan menyeluruh untuk mendukung perekonomian daerah," ujar Darmin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Darmin memaparkan, blueprint tersebut menetapkan tiga area fokus utama pengembangan BPD. Pertama, sambung Darmin yakni ketahanan kelembagaan yang kuat yang bertujuan mengembangkan rasio modal.
Kedua, lanjut Darmin, peran BPD sebagai agen pembangunan daerah yang bertujuan meningkatkan perekonomian daerah. "Di mana BPD fokus di pro growth, pro poor dan pro job yang bertujuan memberikan kredit yang produktif untuk pemberdayaan masyarakat dalam menabung," katanya.
Ketiga, sambung Darmin yakni peningkatan akses masyarakat dalam financial inclusion guna mempermudah akses masyarakat perbankan daerah, minimal sampai tingkat kecamatan.
"Tujuan akhirnya yakni mengurangi kemiskinan dan diharapkan BPD dapat menjadi bank terkemuka atau regional champion di negeri sendiri," kata Darmin.
Lebih jauh Darmin mengatakan, berdasarkan statistik BI selama 5 tahun terakhir pangsa BPD jelas mengalami peningkatan.
"Pangsa pasar BPD terhadap perbankan nasional di Desember 2005 sampai Oktober 2010 meningkat dari 7,2% menjadi 8,9% kemudian pangsa DPK dari 7,6% jadi 9,4% dan kredit dari 6,5% menjadi 8,5%," tuturnya.
Darmin mengharapkan untuk menjadi bank terkemuka BPD harus melakukan perubahan sembari meningkatkan peran dan fungsinya sebagai bank daerah terutama permodalan.
(dru/ang)











































