“Penurunan tersebut disebabkan turunnya DPK valas sebesar Rp 9,3 triliun, sedangkan DPK rupiah naik Rp 7,38 triliun,“ kata kata Kepala Biro Humas BI Difi Ahmad Johansyah dalam Operasi Pasar Terbuka (OPT) Bank Indonesia yang dikutip detikFinance, Rabu (22/12/2010).
Dengan perkembangan tersebut, secara year to date DPK telah meningkat Rp 246,82 triliun atau tumbuh 12,53% dan secara year on year sebesar Rp 312,52 triliun atau tumbuh 16,41%
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sementara itu, DPK valas hanya naik pada kelompok bank Asing sebesar Rp 67 miliar, sedangkan 4 kelompok bank yang lain Swasta, Persero, Campuran dan BPD mengalami penurunan. Dimana terbesar pada kelompok bank Persero Rp 7,72 triliun dan terendah pada kelompok BPD Rp 10 miliar,“ paparnya.
Sementara itu dalam denominasi valas, DPK turun US$ 1,02 miliar dan tertinggi pada kelompok bank Persero sebesar US$ 850 juta.
(dru/ang)











































