Bank BUMN Malas Genjot Kredit

Bank BUMN Malas Genjot Kredit

Herdaru Purnomo - detikFinance
Rabu, 22 Des 2010 14:25 WIB
Bank BUMN Malas Genjot Kredit
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan kinerja bank pelat merah dalam realisasi pemberian kredit masih jauh dari target. Bank sentral mencatat realisasi kredit bank BUMN baru sekitar 60% dari target Rencana Bisnis Bank (RBB) atau masih lebih rendah dari bank swasta yang sudah mencapai 98% dari target sepanjang tahun.

Kepala Biro Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia Irwan Lubis mengatakan bank Persero dalam bulan terakhir ini harus kerja ekstra keras dalam menyalurkan kredit jika tidak ingin mendapatkan rapor buruk pada sisi manajemen bank.

"RBB bank Persero itu baru sekitar 60% dari target sampai Oktober 2010 kemarin. Nah masih sisa 40% lagi yang harus dikejar oleh bank-bank BUMN ini. Padahal ketika melihat bank swasta itu sudah sekitar 98% dari RBB," ujar Irwan ketika ditemui di sela acara seminat energi dan tambang di Ritz Carlton Pacific Place, Sudirman, Jakarta, Rabu (22/12/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, ketika sebuah bank tidak dapat memenuhi RBB yang direncanakan di awal tahun maka nantinya akan mempengaruhi penilaian manajemen oleh pengawas bank. Jika penilaian manajemen buruk maka nantinya sebuah bank itu harus lebih menggodok manajemennya agar realistis dalam mengejar target.

"Bank itu secara keseluruhan akan diukur dari CAMEL nah RBB bank itu masuk ke dalam Management yang nantinya akan mempengaruhi kinerja bank tersebut. Kalau bank Persero itu kan dilaporkan ke BI dan ke Kementerian BUMN itu bisa menjadi penilaian sendiri," papar Irwan.

Namun Irwan optimistis, bank-bank tersebut masih dapat mengejar target sesuai dengan RBB awal tahun di akhir bulan ini. Menurut Irwan, perbankan biasanya akan memberikan kredit apapun dan sektor apapun di akhir tahun untuk mengejar targetnya.

"Kita tunggu saja di akhir bulan ini, saya kira bank-bank Persero dapat memenuhi targetnya," tambahnya.

Pada bagian lain, Irwan mengatakan bank sentral memproyeksikan pertumbuhan kredit di 2011 masih berada diatas 20%. Atau akan tumbuh Rp 350 triliun minimal di tahun depan.

"Tahun depan pertumbuhan kredit diupayakan masih berada diatas 20% di mana nilainya bisa mencapai sekitar Rp 350 triliun," ujar Irwan.

(dru/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads