Pekan Terakhir 2010 Tabungan Masyarakat di Bank Meningkat

Pekan Terakhir 2010 Tabungan Masyarakat di Bank Meningkat

- detikFinance
Selasa, 28 Des 2010 20:15 WIB
Jakarta - Simpanan masyarakat di perbankan mengalami peningkatan yang cukup tinggi selama pekan keempat Desember 2010. Bank Indonesia (BI) mencatat Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan naik Rp 26,36 triliun menjadi sebesar Rp 2.243,63 triliun.

Demikian hasil Operasi Pasar Terbuka Bank Indonesia yang disampaikan oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat Bank Indonesia Difi Ahmad Johansyah melalui surat elektroniknya di Jakarta, Selasa (28/12/2010).

"Setelah mengalami penurunan pada pekan sebelumnya, pada pekan laporan (pekan ke-empat) DPK tercatat mengalami peningkatan yang cukup tinggi. DPK naik Rp 26,36 triliun menjadi Rp 2.243,63 triliun. Kenaikan tersebut bersumber dari naiknya DPK rupiah sebesar Rp28,96 triliun, sedangkan DPK valas turun Rp2,60
triliun," papar Difi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan perkembangan tersebut, selama Januari 2010 sampai pekan ke-empat Desember 2010 DPK perbankan telah meningkat Rp 273,18 triliun (13,86%) atau secara year on year sebesar Rp 325,82 triliun setara dengan 16,99%.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, DPK rupiah hanya naik pada 3 kelompok bank (Swasta, Persero dan Campuran) dimana yang tertinggi pada kelompok Bank Persero
sebesar Rp 25,29 triliun.

"Hal ini terkait dengan adanya dropping dana pemerintah pusat. Sedangkan kelompok BPD dan KCBA (Kantor Cabang Bank Asing) masing-masing mengalami penurunan sebesar Rp 4,52 triliun dan Rp 0,89 triliun," kata Difi.

Difi juga memaparkan jika dilihat per komponen, seluruhnya mengalami kenaikan dimana tertinggi pada komponen Giro sebesar Rp 17,54 triliun, diikuti Tabungan
sebesar Rp8,17 triliun dan Deposito sebesar 0,65 triliun.

Bank Swasta Lebih Rajin Salurkan Kredit Daripada Bank BUMN

Mendekati akhir tahun, BI juga mencatat penyaluran kredit perbankan meningkat lebih tinggi dibandingkan pekan sebelumnya. Kredit naik Rp 14,69 triliun
menjadi Rp 1.722,84 triliun.

"Peningkatan tersebut terutama bersumber dari kenaikan kredit rupiah sebesar Rp 10,14 triliun dan kredit valas yang peningkatannya lebih rendah yakni sebesar Rp 4,55 triliun," kata Difi.

Dengan demikian, Difi mengatakan selama 2010 kredit telah meningkat Rp 292,64 triliun atau sebesar 20,46% dan secara year on year naik Rp 314,74 triliun atau mencapai 22,35%. Dengan asumsi pertumbuhan kredit 9 hari ke depan atau sampai akhir tahun 2010 peningkatan kredit pada periode yang sama tahun sebelumnya yakni sebesar Rp27,86 triliun, BI memperkirakan pertumbuhan kredit sampai akhir 2010 adalah sebesar 22,41%.

Kelompok bank Swasta merupakan penyalur kredit terbesar dari total kredit perbankan dengan pangsa 43,64%, diikuti oleh kelompok bank Persero sebesar
35,87%. "Sedangkan yang terendah kelompok bank Campuran hanya sebesar 5,43%," kata Difi.

Lebih jauh Difi mengatakan kenaikan DPK yang lebih tinggi dari kredit, menyebabkan Rasio Pendanaan Terhadap Kredit (LDR) turun tipis dari 77,04%
menjadi 76,79%.

(dru/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads