Demikian disampaikan oleh General Manager BNI Slamet Djumantoro dalam konferensi persnya di Gedung BNI, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (4/1/2011).
"Selama 2010, BNI yang ditargetkan pemerintah menyalurkan KUR sebesar Rp 1,6 triliun berhasil menyalurkan Rp 1,63 triliun atau 101,9% dari target yang ditetapkan kepada 16.257 debitur. Sejak awal program KUR dari 2007 hingga akhir Desember 2010 penyaluran KUR BNI telah mencapai Rp 3,16 triliun kepada 27.824 debitur," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"KUR ini lebih dominan di sektor perdagangan dimana mencapai 48% sedangkan sektor pertanian sebanyak 32%," kata Slamet.
Lebih lanjut Slamet mengatakan, dari total debitur KUR BNI saat ini sebanyak 2.655 debitur dengan outstanding sebesar Rp 435,5 miliar telah naik kelas menjadi debitur dengan fasilitas BNI wirausaha.
"Tingkat kredit macet (NPL) KUR sebesar 1,53% (gross). Dengan tingkat suku bunga untuk plafon Rp 20 juta maksimal 22%, sedangkan untuk plafon Rp 20 juta sampai Rp 500 juta sebesar 14%," tandas Slamet.
Sementara untuk target tahun 2011 ia mengaku masih menunggu target yang ditetapkan pemerintah, namun BNI berkomitmen untuk terus menyalurkan KUR dengan maksimal.
"Dalam KUR ini kita terapkan pola linkage karena BNI didesain untuk segmen korporasi. Dengan NPL yang kecil, tentu sangat menjamin karena usaha kecil ini relatif tahan gejolak perekonomian, apalagi dengan tingkat bunga yang menarik," jelasnya.
Dalam mendukung program linkage tersebut, BNI melakukan mitra dengan 1.384 koperasi dan 174 BPR dengan debitur mencapai 320 ribu termasuk di antaranya debitur KUR.
"Untuk KUR BNI, biasanya pinjaman debitur rata-rata berkisar antara Rp 100 juta sampai Rp 110 juta," pungkasnya.
KUR BNI ini, lanjut Slamet telah meningkat hingga 100% pertumbuhannya jika dibandingkan dengan tahun 2009 yang outstandingnya hanya sebesar Rp 1,53 triliun.
Ke depan, Slamet mengungkapkan BNI juga akan fokus menyalurkan KUR bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang baru saja diresmikan pemerintah pada 8 Desember 2010.
"Diantaranya yang sudah kita memberikan KUR TKI dari daerah Mataram dan Kuningan. BNI sendiri di Mataram ada 3-5 debitur yang mengembangkan usahanya di sektor perkebunan sawit di Malaysia. Kita akan terus mengembangkan KUR TKI ini dengan strategi melalui linkage dengan PJTKI dan BNP2TKI," katanya.
(dru/ang)











































