Demikian hasil Operasi Pasar Terbuka (OPT) pekan terakhir Desember 2010 yang disampaikan oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat BI Difi Ahmad Johansyah melalui surat elektroniknya di Jakarta, Selasa (4/1/2011).
"Pada pekan terakhir Desember 2010 atau sampai dengan 29 Desember 2011 Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan meningkat Rp 37,58 triliun menjadi Rp 2.281,21 triliun," ujar Difi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan perkembangan tersebut, sejak Januari 2010 sampai akhir Desember 2010 DPK perbankan telah meningkat Rp 310,76 triliun atau sebesar 15,77%. Jika dibanding 2009 tercatat meningkat sebesar Rp 359,71 triliun atau mencapai 18,72%. Peningkatan tersebut antara lain berasal dari dropping dana pemerintah pusat," papar Difi.
Difi memaparkan, DPK rupiah yang naik terjadi pada 4 kelompok bank yakni bank swasta, persero, campuran, dan Bank Pembangunan Daerah (BPD). Peningkatan DPK tertinggi terjadi pada kelompok bank BUMN sebesar Rp 27,11 triliun dan swasta Rp 10,69 triliun.
"Sedangkan kelompok bank asing mengalami penurunan sebesar Rp 3,36 triliun," tuturnya.
Untuk DPK valas, hanya kelompok bank swasta yang DPK valasnya naik sebesar Rp 600 miliar. Sedangkan 4 kelompok bank lainnya yakni bank BUMN, bank asing, bank campuran, dan BPD mengalami penurunan yang cukup merata di mana yang terbesar pada kelompok bank asing sebesar Rp 810 miliar.
Jika dilihat per komponen, Difi mengatakan giro turun tipis yakni sebesar Rp 450 miliar, sedangkan tabungan dan deposito masing-masing naik sebesar Rp 27,86 triliun dan Rp 10,17 triliun.
"Kenaikan tabungan dan deposito terkait dengan periode akhir tahun di mana masyarakat lebih memilih untuk menyimpan uangnya untuk berjaga-jaga kebutuhan di 2011. Kenaikan DPK, menyebabkan LDR turun tipis dari 76,79% menjadi 76,40%," jelas Difi. (dru/dnl)











































