Demikian disampaikan oleh Gubernur BI Darmin Nasution dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Thamrin, Jakarta, Rabu (5/1/2011).
"Inflasi akan meningkat di 2011 terutama dari gangguan pasokan bahan-bahan makanan dan penyesuaian harga-harga dari pemerintah atau administered price. Inflasi 2011 diperkirakan 5 plus 1%," ujar Darmin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan tersebut, Darmin mengakui tingginya laju inflasi di 2010 akibat anomali cuaca ini. "Inflasi tinggi juga dialami di beberapa negara kawasan," jelas Darmin.
Sementara untuk menghadapi risiko derasnya aliran modal asing dan besarnya ekses likuiditas domestik, Darmin menegaskan akan memperkuat bauran kebijakan moneter dan makro prudential.
Dalam kesempatan tersebut, Darmin juga mengatakan pemulihan ekonomi global saat ini masih dibayangi oleh risiko krisis utang negara-negara Eropa. Namun kinerja ekonomi emerging market tetap menunjukkan pemulihan. Namun peningkatan harga komoditas jadi risiko tersendiri.
"Respon kebijakan bank sentral negara maju adalah menahan suku bunga di level rendah. Sementara beberapa bank sentral di emerging market meningkatkan suku bunganya, dan pengelolaan inflow serta stabilitas nilai tukar," tukas Darmin. (dnl/qom)
