Demikian diungkapkan Ketua Tim Studi Redenomonasi sekaligus Kepala Biro Riset Ekonomi Bank Indonesia (BI) Iskandar Simorangkir ketika ditemui di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (6/1/2011).
"Inflasi sekarang itu rendah, bahkan kesempatan bagus sekali untuk melakukan redenominasi," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Inflasi disana (Turki) sekitar 6-7%. Mereka itu 6 angka nol disederhanakan yakni dari 20 Juta Lira menjadi 20 Lira saja. Karena memang idealnya angka nol dalam mata uang itu kalau banyak-banyak membuat repot," jelas Iskandar.
Lebih lanjut Iskandar mengungkapkan pada tahun 2011 sesuai dengan rencana BI sudah seharusnya dilakukan tahapan pertama yakni sosialisasi. Namun Ia mengatakan harus menunggu izin Presiden terlebih dahulu.
Sumber detikFinance di Bank Indonesia menyatakan pada saat Dewan Gubernur bertemu Presiden Desember 2010 lalu telah dilaporkan mengenai rencana redenominasi. Namun belum ada jawaban dari Presiden.
"Bahas detil saya kira tidak, hanya lapor ya saja," ujar sumber tersebut.
Seperti diketahui, bank sentral mengagendakan proses redenominasi atau penyederhanaan nilai mata uang akan berlangsung selama 10 tahun.
Adapun tahapan redenominasi yakni
- 2011-2012 : Sosialisasi
- 2013-2015 : Masa Transisi
- 2016-2018 : Penarikan Mata Uang Lama
- 2019-2022 : Penghapusan Tanda Redenominasi di Mata Uang dan Proses Redenominasi Selesai.
(dru/dnl)











































