Bunga Kredit Diumbar, Bank Bakal Berlomba Kasih Bunga Murah

Bunga Kredit Diumbar, Bank Bakal Berlomba Kasih Bunga Murah

- detikFinance
Kamis, 06 Jan 2011 18:15 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat selama tahun 2010 suku bunga kredit perbankan terus mengalami penurunan. Namun bank sentral berpendapat masih ada ruang yang cukup bagi bank untuk menurunkan kembali suku bunganya. Salah satunya melalui kebijakan pengumuman suku bunga dasar kredit (SBDK) alias prime lending rate.

Direktur Direktorat Penelitan dan Pengaturan Perbankan BI Wimboh Santoso mengungkapkan sejak tahun 2008 suku bunga dasar kredit secara bertahap terus menurun.

"Dan di 2010 ini memang tren penurunannya sudah terlihat walaupun masih ada ruang. Yang kami sampaikan memang untuk bank kecil penurunannya relatif rigid dibandingkan dengan bank-bank besar," ungkapnya ketika ditemui wartawan di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (6/1/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wimboh memaparkan, ketika pada akhir tahun 2008 suku bunga kredit untuk Kredit Modal Kerja (KMK) tercatat sebesar 15,2% kemudian turun di Desember 2009 menjadi 13,69% pada akhirnya di Desember 2010 itu menjadi 13%.

"Untuk kredit investasi memang lebih rendah dari KMK di mana tercatat hanya 12,4% di akhir 2010. Ini turun dari Desember 2008 yang mencapai 12,9%, dan Desember 2009 yang sebesar 12,7%," kata Wimboh.

Sedangkan untuk suku bunga kredit konsumsi tercatat pada Desember 2008 itu sebesar 16,4% kemudian turun di Desember 2009 menjadi 16,42%, dan Desember 2010 sebesar 14,75%.

"Jadi memang trennya menurun, mudah-mudahan ke depan masih menurun. Sebenarnya selalu kita trigger supaya bank-bank meningkatkan efisiensi, sehingga konmponen cost of fund-nya merendah, kita harapkan itu bisa menurunkan suku bunga. Dan prime lending rate ini juga untuk trigger itu," papar Wimboh.

Lebih jauh Wimboh menjelaskan, penurunan ini juga dikarenakan komponen cost of fund atau biaya dana selalu jatuh ke level yang lebih rendah karena efisiensi tadi. Oleh karena itu, pengawasan perbankan ke depan lanjut Wimboh juga akan didorong kepada tingkat efisiensi perbankan.

"Dengan efisiensi bank ini, diharapkan Non Performing Loan Gross (NPL) atau rasio kredit bermasalah bisa terus dijaga di bawah 3%. BI sendiri mempunyai stress test dengan kondisi perekonomian saat ini dan dunia perbankan yang stabil, NPL Gross bisa ditekan hingga 2,6% pada akhir tahun 2011 nanti," terangnya.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads