Anggota dewan berpendapat inflasi saat ini telah "memakan" daya beli mata uang dan menurunkan daya saing jika kedepan tidak dapat dijaga.
"Siapa bilang inflasi masih terkendali? Inflasi itu sekarang bukan saja 'memakan' daya beli mata uang terutama rakyat miskin dan bependapatan tetap tetapi sekaligus menurunkan nilai tukar mata uang kita," ujar Wakil Ketua Komisi XI Harry Azhar Azis kepada detikFinance di Jakarta, Jumat (7/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sama saja mencoba mengalihkan isu yang substansial yang menjadi tanggung jawab BI, yaitu stabilitas nilai rupiah atau inflasi daripada mengalihkan isu kepada redenominasi," tegas Harry.
Menurut Harry, nilai tukar rupiah yang menguat saat ini bukan hasil kinerja BI atau pemerintah tetapi karena masuknya hot money yang melimpah. "Dan bisa sangat berbahaya kalau kemudian karena sesuatu hal bisa terjadi berbalik arah (sudden reversal)," tukasnya.
Sebelumnya, bank sentral menyatakan tahun 2011 merupakan kesempatan yang sangat baik untuk melakukan redenominasi. Bank sentral berpendapat proses redenominasi atau penyederhanaan nilai mata uang dilakukan ketika tingkat inflasi rendah dan terkendali seperti saat ini.
(dru/qom)











































