Inflasi Tinggi, Bank Mandiri Tak Naikan Bunga Kredit

Inflasi Tinggi, Bank Mandiri Tak Naikan Bunga Kredit

- detikFinance
Minggu, 09 Jan 2011 17:34 WIB
Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) belum akan menaikan suku bunga kreditnya, meski angka inflasi tahunan sepanjang tahun 2010 mencapai 6,96%. Perseroan dalam
merevisi tingkat suku bunga lebih mengacu kepada cost of fund.

Demikian disampaikan Direktur Finance & Strategy BMRI, Pahala N. Masury usai press confrences Wirausaha Mandiri, di resto Penang Bistro, Jalan Raya Kebun Sirih Jakarta, Minggu (9/1/2011).

"Cost of fund belum ada perubahan yang signifikan. Belum ada penyesuaian (suku bunga), kecuali ada persaingan dana baru. Kita akan kaji. Bahkan 2 bulan lalu (suku bunga) diturunkan 50 bps," jelas Pahala.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sampai saat suku bunga BMRI, masih berada di level pasar. Untuk sektor kredit korporasi berada dikisaran 10%. Sedangkan bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR)
mencapai 9% dan sektor kredit mikro dan UMKM sekitar 12-13%.

"Tingkat suku bunga Bank Mandiri bervariasi," tegas Pahala.

Sampai dengan September 2010, rasio kecukupan modal perseroan (CAR) berada pada level 13,3%. Sayang untuk pencapaian CAR sepanjang tahun lalu, Pahala tidak bisa menyampaikan karena tengah diaudit.

"Kalau kita ada penambahan kredit Rp 1 triliun, (CAR) turun 0,07%," paparnya.

Seperti diketahui, inflasi tahun 2010 berada di level 6,96% atau nyaris menembus 7% dengan angka  inflasi Desember 2010 mencapai 0,92%. Bahan makanan di Desember naik harganya 2,8%, makanan 0,36%, perumahan 0,21% kenaikan harganya.

"Khusus 2010 yang jadi evaluasi umum sumbangan terbesar dari bahan makanan 3,5%, makanan jadi 1,23%, perumahan 1,01%, yang lainnya di bawah 1%," jelas Rusman.

Kontribusi komoditas sepanjang 2010, paling tinggi dipegang beras 1,29%, diikuti tarif listrik 0,36%, cabai merah 0,32%, emas perhiasan 0,27%, dan bawang merah 0,25%. (wep/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads