Bank Sentral China seperti dikutip dari AFP, Selasa (11/1/2011) mengumumkan, cadangan devisa per akhir Desember 2010 mencapai US$ 2,847 triliun atau meningkat 18,7% dibanding 2009. Cadangan devisa itu berhasil dicapai karena pemberian pinjaman baru berhasil melampaui target pemerintah.
Pinjaman baru yang diberikan bank-bank pemerintah China di 2010 mencapai 7,95 triliun yuan (US$ 1,2 triliun), melebihi target pemerintah sebesar 7,5 triliun yuan, namun lebih rendah dari 'ledakan' kredit di 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gara-gara melonjaknya inflasi itu, Bank Sentral China pun lantas memutuskan untuk menaikkan suku bunga kuncinya pada 25 Desember lalu.
Pendapatan para eksportir China dalam valas biasanya dikonversi ke yuan dengan bank sentral, sehingga dapat mengkontrol nilai dari mata uang lokal. Kebijakan nilah yang kerap kali dikritik oleh para partner dagang China, karena nilai yuan yang undervalue.
Sebagai perbandingan, cadangan devisa Indonesia per akhir Desember 2010 mencapai US$ 96,2 miliar yang merupakan nilai tertinggi sepanjang sejarah. Berdasarkan penelusuran detikFinance, Indonesia tercatat sebagai pemilik cadangan devisa terbesar ke-20 di dunia.
Cadangan devisa Indonesia berada satu peringkat dari Inggris yang berada di posisi 19, sebanyak US$ 96,968 miliar.
China tercatat masih sebagai pemilik cadangan devisa terbesar di dunia. Di belakang China, pemilik cadangan devisa terbesar kedua adalah Jepang yang pada November 2010 lalu angkanya mencapai US$ 1,041 triliun. (qom/qom)











































