Bank sentral menilai dengan peningkatan aktivitas transfer elektronik ini terlihat nasabah mulai menyukai pembayaran yang cepat dan efisien.
Demikian dikutip detikFinance dari Outlook Sistem Pembayaran 2010-2011 Direktorat Akunting dan Sistem Pembayaran dan Direktorat Pengedaran Uang Bank Indonesia yang disampaikan oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat Difi Ahmad Johansyah melalui surat elektroniknya di Jakarta, Selasa (11/1/2011)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Difi memaparkan untuk nilai perputaran transaksi elektronik yang diproses melalui sistem BI-RTGS mencapai Rp 196,6 triliun per hari selama 2010. Difi menjelaskan nilai transfer yang tertinggi melalui BI-RGTS adalah transfer dana dalam rangka pengelolaan moneter.
"Hal ini karena aktivitas BI untuk kepentingan pengelolaan moneter, dengan nilai per transaksi mencapai Rp 84,9 miliar selama 2010", tambah Difi.
Di sisi lain, aktivitas transfer elektronik selama 2010 mencapai 81,9 juta dengan nilai sebesar Rp 1.574 triliun atau rata-rata hariannya sebanyak 360 ribu dengan nilai mencapai Rp 6,9 triliun. Sebagian besar transaksi transfer elektronik pada SKNBI merupakan transfer dana antar nasabah bank.
Transaksi transfer elektronik melalui sistem BI-RTGS sangat beragam mulai dari transaksi transfer antar nasabah, pasar uang antar bank (PUAB), valas, pasar modal, pengelolaan moneter, sampai transaksi untuk kepentingan pemerintah.
(dru/dnl)











































