Demikian disampaikan oleh Sekretaris LPS Iman Pinuji kepada detikFinance, Kamis (13/1/2011).
"Penetapan tersebut didasari pertimbangan antara lain kondisi perekonomian dalam negeri yang relatif kuat ditandai dengan membaiknya peringkat surat utang Indonesia, menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, meningkatnya cadangan devisa, arus modal masuk yang relatif besar, serta masih dipertahankannya BI Rate pada tingkat 6,5%," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iman mengatakan, LPS menyadari adanya indikasi dorongan kenaikan tingkat suku bunga (BI Rate) ke depan terutama akibat ekspektasi laju inflasi yang tinggi.
Selain itu kebijakan Bank Indonsia (BI) menaikkan Giro Wajib Minimum (GWM) baik rupiah maupun valuta asing, sedikit banyak akan mendorong beberapa bank tertentu melakukan upaya yang lebih intens dalam pengerahan dana masyarakat.
(dnl/qom)











































