Demikian diungkapkan oleh Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia Wimboh Santoso ketika ditemui wartawan di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (13/1/2011).
"Saat ini CAR industri perbankan kan di posisi 16,3%. Untuk mendukung pertumbuhan kredit dari sekarang hingga 2015 dengan rata-rata 20% maka CAR bank akan melorot menjadi 10%," kata Wimboh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara nominal saja, modal minimum perbankan kita sebesar Rp 100 miliar itu dirasa masih kurang," ungkapnya.
Oleh karena itu, Wimboh menekankan bank sentral terus menghimbau agar bank-bank melakukan konsolidasi untuk menghadapi permodalan kedepan. Karena menurutnya, modal bank baik secara nominal dan dalam hitungan CAR akan ditingkatkan.
"Kedepan itu tantangan bank terkait permodalan, sehingga bank-bank ini yang jumlahnya cukup banyak sebaiknya melakukan konsolidasi seperti merger," terangnya.
Sebelumnya Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D Hadad mengatakan bank sentral akan selalu mendorong konsolidasi seperti merger. Menurut Muliaman, permodalan bank sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dalam menghadapi persaingan.
"Dan konsolidasi menjadi bagian dari kebutuhan bisnis juga. Kita lihat dan pantau terus efektivitas peraturan yang kita keluarkan," kata Muliaman.
(dru/qom)











































