Bank Indonesia (BI) tengah mengambil ancang-ancang untuk menaikkan suku bunga acuan alias BI Rate. Pasalnya, bank sentral melihat tekanan inflasi masih akan mengancam di 2011.
Demikian disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution ketika ditemui di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (114/1/2011).
"Kita terima inflasi memang tekanannya naik. Tapi kita juga percaya pemerintah mengambil langkah-langkah untuk mengendalikan komoditi penting, terutama beras. Tapi kita liat tendensi inflasi ini akan terus datang, sehingga lambat atau cepat dia akan menyentuh core inflation. Sehingga kita sendiri sudah bersiap-siap mencari waktu yang pas menaikkan BI rate," papar Darmin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditengah ancaman inflasi, Darmin mengungkapkan derasnya dana asing yang masuk (capital inflow) juga masih terus masuk. Oleh karena itu, Darmin menilai harus ada perhitungan dan kalibrasi berapa angka kenaikan BI Rate yang pas.
"Termasuk harus memperhitungkan dari sisi sektor perdagangan agar tidak ada yang dirugikan. Arah rupiah juga masih kita biarkan sampai kepada tingkat tertentu," tuturnya.
Lebih jauh Darmin memproyeksikan tekanan inflasi yang terus meningkat akan diiringi pertumbuhan ekonomi yang juga meningkat. Menurutnya pertumbuhan ekonomi di 2011 akan mencapai posisi 6,3%.
"Kita menutup 2010 dengan cukup baik. Kita lihat bagaimana pertumbuhan ekonomi walaupun angka finalnya di 2010 belum keluar tetapi akan mencapai 6%.Di 2011 kalau saya katakan tadi inflasi masih akan ada tekanannya. Tetapi untuk pertumbuhan ekonomi itu bergeral ke arah 6,3%," tukasnya.
(dru/ang)











































