"Saya kira selama ini arus modal asing yang masuk SBN sangat besar, saya kira paling besar setelah SBI, dan saham. Selama 2010 kenaikannyaΒ mencapai Rp 87 triliun, ini cukup besar," ujar Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto ketika ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (18/1/2011).Rahmat meralat pernyataannya sebelumnya yang mengatakan kenaikan dana asing di SBN Rp 87 triliun terjadi selama setengah bulan di Januari 2010 ini.
Menurut Rahmat, kenaikan peringkat utang Indonesia oleh lembaga pemeringkat Moody's, maka kepemilikan asing di SBN akan semakin meningkat. Dampaknya, penurunan imbal hasil surat berharga Indonesia. Walaupun Rahmat akui, dalam waktu 2 hari sejak kenaikan peringkat tersebut, dirinya belum melihat dampak yang signifikan terhadap SBN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rahmat mengharapkan momen bersejarah yaitu tinggal satu peringkat lagi dari investment grade ini dapat meningkatkan Foreign Direct Investmet (FDI) jangka panjang terutama di sektor riil.
"Mudah-mudahan akan semakin mendorong dan yang saya lihat capital inflow ini di portofolio. Dengan kenaikan rating indonesia ini akan meningkatkan arus modal masuk untuk investasi jangka panjang terutama di sektor riil, saya kira mereka akan masuk dalam jumlah yang lebih besar," tambahnya. (nia/qom)











































